WELCOME TO X-TRAIL ADVENTURE

Assalamualaikum warohamatullahi wabarokatuh

SELAMAT DATANG DI WEB BLOGG X-TRAIL ADVENTURE

hai sobat pecinta alam! kini kami dari x-trail telah hadir di tengah sobat semua sebagai sebuah perusahaan swasta yang memproduksi dan menyediakan berbagai alat-alat pertualangan, seperti footwear, headwear, jacket, backpack, clothing, trouser dan assesories pecinta alam lainnya.

bagi sobat yang berminat silahkan kunjungi stand kami di wonorejo, polokarto, sukoharjo, jawa tengah , indonesia.

KUALITAS HEBAT, HARGA HEMAT

KUALITAS ADALAH PERIORITAS UTAMA KAMI

Rabu, 29 Desember 2010

OPEN RECRUITMENT ANGGOTA BARU

TELAH DI BUKA PENDAFTARAN ANGGOTA BARU SEKALIGUS TEAM
X-TRAIL ADVENTURE COMMUNITY ( XTAC )


kegiatan :
-mendaki gunung
-caving goa
-rafting
-climbing
-jelajah alam
-rappelling

-navigasi
-survival


syarat :
-umur di atas 18 tahun
-mempunyai kemauan yang kuat

pendaftaran :
-mengisi formulir pendaftaran yang telah di sediakan
-wawancara
-biaya Rp 50.000 ( kaos seragam dan admin )
-tes mudah dan ringan..........

bagi yang berminat segera hubungi kami di : azmi azmusy-syuhada' 085728265612
almt : komplek kapling nglayang kulon. cangkol, polokarto, sukoharjo, jateng
kuota terbatas...........



BANGKITLAH ORANG-ORANG YANG MENCINTAI ALAM KITA NAN HIJAU INI........

EXPEDISI GUNUNG PANGRANGO, CIBODAS, JABAR. 23-26 DESEMBER 2010























Kamis, 16 Desember 2010

PETA DAN KOMPAS

Teknik Peta Kompas

membaca kompas diatas peta
1. Orientasi peta
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (secara praktis menyamakan utara peta dengan utara magnetis). Untuk keperluan orientasi ini, kita perlu mengenal tanda-tanda medan yang ada dilokasi. Ini bisa dilakukan dengan menanyakan kepada penduduk setempat nama-nama gunung, bikit, sungai, atau tanda-tanda medan lainnya, atau dengan mengamati kondisi bentang alam yang terlihat dan mencocokkan dengan gambar kontur yang ada dipeta, untuk keperluan praktis, utara magnetis dianggap sejajar dengan utara sebenarnya, tanpa memperlitungkan adanya deklinasi. Langkah-langkah orientasi peta :
a) Cari tempat terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok; b) Letakkan peta pada bidang datar; c) Letakkan kompas diatas peta dan sejajarkan antara arah utara peta dengan utara magnetis/utara kompas, dengan demikian letak peta akan sesuai dengan bentang alam yang dihadapi. d) Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekeliling dan temukan tanda medan tersebut dipeta, lakukan untuk beberapa tanda medan. e) Ingat tanda medan itu, bentuknya dan tempatnya dimedan sebenarnya maupun dipeta, ingat-ingat tanda medan yang khas dari setiap tanda medan.
2. Azimuth dan Back Azimuth
Azimuth ialah besar sudut antara utara magnetis (nol derajat) dengan titik/sasaran yang kita tuju,azimuth juga sering disebut sudut kompas, perhitungan searah jarum jam. Ada tiga macam azimuth yaitu : a) Azimuth Sebenarnya,yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara sebenarnya dengan titik sasaran; b) Azimuth Magnetis,yaitu sudut yang dibentuk antara utara kompas dengan titik sasaran; c) Azimuth Peta,yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara peta dengan titik sasaran.
back Azimuth adalah besar sudut kebalikan/kebelakang dari azimuth. Cara menghitungnya : bila sudut azimuth lebih dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat, bila sudut azimuth kurang dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat, bila sudut azimuth = 180 derajat maka back azimuthnya adalah 0 derajat atau 360 derajat.
3. Resection
Resection adalah menentukan kedudukan/ posisi di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik resection membutuhkan bentang alam yang terbuka untuk dapat membidik tanda medan. Tidak selalu tanda medan harus selalu dibidik, jika kita berada di tepi sungai, sepanjang jalan, atau sepanjang suatu punggungan, maka hanya perlu satu tanda medan lainnya yang dibidik. Langkah-langkah resection :
a) Lakukan orientasi peta; b) Cari tanda medan yang mudah dikenali dilapangan dan di peta, minimal dua buah; c) Dengan penggaris buat salib sumbu pada pusat tanda-tanda medan itu; d)Bidik dengan kompas tanda-tanda medan itu dari posisi kita,sudut bidikan dari kompas itu disebut azimuth; e) pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta, dan hitung sudut pelurusnya; f) perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita di peta
4. Intersection
Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di pet dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan, tetapi sukar untuk dicapai. Pada intersection, kita sudah yakin pada posisi kita di peta. Langkah-langkah melakukan intersection : a) lakukan orientasi medan, dan pastikan posisi kita; b)bidik obyek yang kita amati; c) pindahkan sudut yang kita dapat dipeta; d) bergerak ke posisi lain, dan pastikan posisi tersebut di peta, lakukan langkah b dan c; e) perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.
5. Koreksi sudut
Pada pembahasan utara telah dijelaskan bahwa utara sebenarnya dan utara kompas berlainan. Hal ini sebetulnya tidaklah begitu menjadi masalah penting jika selisih sudutnya sangat kecil, akan tetapi pada beberapa tempat, selisih sudut/deklinasi sangat besar sehingga perlu dilakukan perhitungan koreksi sudut yang didapat dari kompas(azimuth)yaitu :
A. Dari kompas (K) dipindahkan ke peta (P): P= K +/- (DM +/- VM)
B. Dari peta( P) dipindahkan ke kompas (K): K= P +/- (DM +/- VM)
Keterangan:
Tanda +/- diluar kurung untuk DM (deklinasi magnetis/iktilaf magnetis)
= dari K ke P: DM ke timur tanda (+), DM ke barat tanda (-) = dari P ke K: DM ke timur tanda (-), DM ke barat tanda (+)
Tanda +/- di dalam kurung untuk VM (variasi magnetis)
=tanda (+) untuk increase/naik; tanda (-) untuk decrease/turun.
Contoh Perhitungan:
Diketahui sudut kompas/azimuth 120 derajat, pada legenda peta tahun 1942 tersebut: DM 1 derajat 30 menit ketimur, VM 2 menit increase, lalu berapa sudut yang akan kita pindahkan ke peta?
P= K=+/- (DM +/- VM) ingat! kompas ke peta, DM ke timur VM increase
besar VM sekarang (2002)= (2002-1942)x 2 menit
= 120 menit= 2 derajat (1 derajat=60 menit)
sudut P= 120 derajat + (1 menit 30 detik + 2 derajat)
= 123 derajat 30 menit, jadi sudut yang dibuat di peta adalah 123 1/2 derajat.
6. Analisa Perjalanan
Analisa perjalanan perlu dilakukan agar kita dapat membayangkan kira-kira medan apa yang akan kita lalui, dengan mempelajari peta yang akan dipakai. Yang perlu di analisa adalah jarak, waktu dan tanda medan.
a. Jarak
Jarak diperkirakan dengan mempelajari dan menganalisa peta, yang perlu diperhatikan adalah jarak yang sebenarnya yang kita tempuh bukanlah jarak horizontal. Kita dapat memperkirakan jarak (dan kondisi medan) lintasan yang akan ditempuh dengan memproyeksikan lintasan, kemudian mengalihkannya dengan skala untuk memperoleh jarak sebenarnya.
b. Waktu
Bila kita dapat memperkirakan jarak lintasan, selanjutnya kita harus memperkirakan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut. Tanda medan juga bisa untuk menganalisa perjalanan dan menjadi pedoman dalam menempuh perjalanan.
c. Medan Tidak Sesuai Peta
Jangan terlalu cepat membuat kesimpulan bahwa peta yang kita pegang salah. Memang banyak sungai-sungai kecil yang tidak tergambarkan di peta, karena sungai tersebut kering ketika musim kemarau. Ada kampung yang sudah berubah, jalan setapak yang hilang, dan banyak perubahan-perubahan lain yang mungkin terjadi.
Bila anda menjumpai ketidaksesuaian antara peta dengan kondisi lapangan, baca kembali peta dengan lebih teliti, lihat tahun keluaran peta, karena semakin lama peta tersebut maka banyak sekali perubahan yang terdapat pada peta tersebut. Jangan hanya terpaku pada satu gejala yang tidak ada di peta sehingga hal-hal yang yang dapat dianalisa akan terlupakan. Kalau terlalu banyak hal yang tidak sesuai, kemungkinan besar anda yang salah (mengikuti punggungan yang salah, mengikuti sungai yang salah, atau salah dalam melakukan resection). Peta 1:50.000 atau 1:25.000 umumnya cukup teliti.

Senin, 06 September 2010

TIPS MENGANGKAT RANSEL / KERIL YANG BENAR

Jika anda ingin lebih nyaman dalam mengangkat ransel anda ke punggung, karena kadang kala tehnik yang salah dapat menyebabkan tangan atau pinggang terasa sakit. Ada baiknya coba tips ini. Saya rasa inilah tehnik terbaik, caranya;
- dirikan ransel, pegang salah satu strap bahu, renggang slah satu kaki
- angkat ransel, letakkan di dengkul dan tahan handle (ada di bagian tengah atas,terletak diantara kedua strap bahu)
- masukkan satu lengan, putar ransel ke punggung
- berdiri tegak, masukkan lengan lainnya
- sesuikan se
mua strap dan anda siap pergi

Dengan tehnik ini, kini anda tahu mengangkat ransel dengan membungkuk dan membelakangi ransel, lalu mengangkat ransel ke atas, lalu meletakkannya ke punggung adalah tehnik yang salah.

TIPS MEARAWAT SLEEPING BAG YANG BAIK

Banyak orang yang masih belum tau atau salah dalam merawat Sleeping Bag, sehingga membuat Sleeping Bag capet rusak, pastinya akan mengelurkan banyak biaya jika mengalami hal tersebut.
berikut beberapa cara merawat Sleeping Bag :

1. Dalam perawata Sleeping Bag sebaik nya TIDAK TERKOMPRESI saat penyimpanan ( dalam jangka waktu lama ) TETAPI disimpan di tempat yang longgar. Karena dapat memperngaruhi performance nya, atau dikeluarkan dari tempatnya kemudian ditaruh di kantong plastik besar + pengharum plus anti jamur / ngengat ( setelah di bersih kan jika ada noda )
sleepingbag



2. Dicuci dengan sabun yang tidak "keras" misalnya shampoo / sabun bayi, cara pencucian manual dengan tangan kemudian di angin2kan tanpa kena matahari langsung.
sleping
3. Setelah 20 kali pemakaian SB sebaik nya di cuci,tergantung tingkat bersih kotornya Sleeping Bag


sumber : cartenzadventure.com

TIPS MERAWAT WATERPROOF YANG BAIK

Sering kali kita dikecewakan oleh peralatan kita seperti tenda, poncho, ransel, dan sleeping bag. Pasalnya peralatan tersebut baru saja kita beli dan setelah dua sampai tiga kali kita pakai, peralatan tersebut sudah kehilangan anti airnya.

Berangkat dari pengalaman tersebut kami ingin membagi ilmu.
Bagaimana caranya mengembalikan anti air tersebut???

Pertama
Sediakan 100 gram tawas (aulin), 200 gram loodacetat. Masing-masing dilarutkan dalam 1,5 liter air dan didiamkan selama 12 jam. Setelah itu campurkan bagian jernih dari kedua larutan itu. Kemudian setelah kotoran-kotorannya dibuang, pada campuran itu tambahkan 3 liter air lagi.

Nah, anda dapat mulai memasukkan peralatan yang telah dicuci bersih. Diamkan selama 24 jam. Jangan lupa balikkan peralatan tersebut agar basahnya merata. Keringkan peralatan tersebut tanpa diperas dan anda telah memiliki peralatan yang anti air kembali.

Kedua
Sediakan 25 gram sabun cuci, 25 gram agar-agar, 1,5 liter air panas dan 25 gram tawas. Larutkan sabun dan agar-agar tersebut dalam air panas yang telah disediakan tadi. Setelah hancur tambahkan 2 liter air dingin.

Masukan ransel yang telah dicuci dan direndam selama 24 jam, keringkan tanpa diperas dan jemurlah hingga kering.
Demikianlah jurus-jurus ampuh untuk mengembalikan anti air pada peralatan gunung kita. Selamat mencoba!
Diambil dari buku “Perkemahan” karya Suardiman Ranu Widjojo

Semoga bermanfaat

Sumber : situs cartenz adventure shop.

Jumat, 03 September 2010

LANGKAH BERPETUALANG YANG BAIK

Dalam melakukan kegiatan di alam bebas terbuka sebaiknya kita dapat mengatur dengan baik segala yang berhubungan dengan kegiatan itu sendiri. Hal ini kita lakukan agar perjalanan kita dapat berjalan baik, bahkan mungkin tanpa suatu halangan apapun. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan antara lain;

PERENCANAAN PERJALANAN

Adalah segala hal yang kita siapkan sebelum, selama dan sesudah suatu kegiatan alam bebas terbuka. Dengan begini kegiatan itu nantinya dapat dinikmati dengan baik orang-orang yang ikut dalam kegiatan tersebut. Hal-hal yang termasuk diantaranya;

- Pemilihan lokasi

Walaupun kita mungkin belum pernah tempat yang akan dituju, sebaiknya kita mengumpulkan informasi tentang tempat tersebut, baik melalui teman ataupun study literatur yang diperoleh dari media informasi yang ada (majalah, internet dsb)

- Peta

Akan lebih baik lagi jika kita dapat memperoleh peta, minimal topografi lokasi tersebut. setidak-tidaknya kita mempunyai gambaran tentang kondisi geografisnya.

- Perizinan

Ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada petugas setempat, kalau kita berada dalam wilayah kerjanya. Apalagi jika kita ia lebih mengetahui kapan kita keluar dari wilayahnya.

- Fisik

Dengan kondisi fisik dan mental yang lebih siap, akan memermudah kita melakukan suatu kegiatan di alam bebas terbuka. Apalagi jika kita sering berolahraga yang mendukung kegiatan alam bebas ini seperti; jogging, bersepeda dan lainnya.

- Pemahaman Lokasi

Dengan memperoleh data tentang kondisi alam lokasi yang akan kita tuju, setidak-tidaknya kita dapat menyesuaikan peralatan apa saja yang akan kita bawa.

- Mengecek Peralatan

Ini penting untuk dilakukan sebelum kita akan melakukan suatu kegiatan. jangan sampai peralatan yang kita bawa malah tak berguna sama sekali karena rusak, atau hanya memberatkan saja.


PERALATAN

Peralatan perorangan atau kelompok baiknya disesuaikan dengan medan yang akan kita gunakan, ini akan memudahkan kita dalam memakainya. Peralatan sendiri terbagi atas;

Peralatan Dasar

- Peralatan Pergerakan

Adalah jenis-jenis peralatan yang diapakai saat bergerak yang dipakai oleh tubuh kita. Seperti; sepatu, ransel, baju, celana lapangan, jaket, raincoat dan sebagainya

- Peralatan Tidur

Adalah jenis-jenis peralatan yang dipakai saat kita beristirahat/tidur pada suatu tempat, antara lain; tenda, sleeping bag, matras dan lainnnya.

- Peralatan Masak

Peralatan Masak merupakan peralatan yang vital, lebih lagi jika kegiatan tersebut memerlukan waktu yang lebih lama. Antara lain; kompor lapangan, piring, gelas, sendok dan lainnnya.

Peralatan Khusus

Adalah berbagai peralatan yang ditujukan untuk kegiatan alam bebas yang lebih khusus, misal pemanjatan tebing, maka peralatan yang kita bawa akan ditambah dengan peralatan panjat tebing. Atau olahraga petualangan lainnya, seperti penelusuran gua, arung jeram, research dan sebagainya.

Peralatan Tambahan

Peralatan tambahan merupakan jenis alat-alat yang dapat mendukung peralatan dasar baik untuk perorangan ataupun kelompok. Antara lain; Hammock, Gaiters, Headlamp, Balaclava, Flysheet dan lainnya.

* Pakaian

Pakain sendiri terbagi atas;

* lapisan dasar ; misalnya terbuat dari bahan polar (thermal underwear) yang cukup tipis ( contoh; longjhon)
* lapisan kedua ; terbuat dari bahan campuran atau gabungan nylon dan polyster.
* lapisan ketiga ; merupakan jaket ringan tipis dan umumnya tanpa penutup kepala. Biasa disebut Fleece.
* lapisan keempat ; terbuat dari shell garment. Bahan ini ada yang dapat menahan angin namun tembus air, ada yang tak tembus angin dan air, ada pula yang dapat menahan angin dan air, namun dapat mengeluarkan udara yang berada antara tubuh dan jaket atau biasa dibuat Waterfroop Breathable Garmen contoh bahan ini Gore-Tex.

Fleece Jacket, Gore-Tex Jacket

* Sepatu/shoes

Jenis sepatu berdasarkan medan tempuhnya dapat dibagi atas;

* Light Hiker/Trail Boots. Mempunyai sol ringan, terbuat dari bahan kombinasi kulit dan sintetis, cocok untuk perjalanan yang ditempuh dalam waktu sehari (one day trips)
* Off Trail Boots. umumnya terbuat dari kulit, mempunyai hak agak tinggi dan pelindung angkel kaki (angkle support)
* Rough Trail. Sedikit lebih tinggi, umumnya untuk perjalanan jauh (long trips)

* Double Boots. Adalah jenis sepatu yang digunakan untuk mendaki gunung-gunung es. Mempunyai lapisan dalam berbentuk hampir seperti sepatu, namun tanpa hak.

Trail Boots Off Trail Boot

Mountaineering Boot Double Boot

* Ransel/Pack

Merupakan peralatan yang sangat vital dalam berkegiatan di alam bebas terbuka. Sebaiknya pilihlah ransel yang dijamin kekuatannya, baik dari bahan ataupun jahitannya. Hal-hal yang diperhatikan utnuk menentukan baik tidaknya suatu ransel/keril antara lain;


* Pas atau cocok dengan tubuh
* Mempunyai desain sabuk pinggang yang baik
* Bentuk lengkungan dapat disesuaikan (adjustable)
* Frame yang ringan namun kuat
* Kapasitasnya
* Bahan yang ringan namun kuat

* Kantung Tidur/Sleeping Bag

Tak semuanya sleeping bag yang tebal dapat memberikan kehangatan, karena ini juga tergantung dari bahan yang dipakai untuk membuatnya dan bentuknya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih SB yang baik, antara lain;


* Pas dengan tubuh
* Ringan namun kuat
* Mempunyai tutup kepala yang bisa disesuaikan
* Mempunyai retsleting (zip) dua arah
* Mempunyai isolasi pelapis dibelakang retsleting itu sendiri (drough tube) sehingga memungkinkan angin tak dapat masuk dari retsleting.

* Tenda/ Tent

Suatu tenda yang baik bukan berarti ia mahal. Walaupun tenda yang mahal cenderung merupakan baik, bukanlah jaminan. Ini tergantung bisa tidak kita menggunakannnya serta merawatnya. Tenda yang baik adalah;

* Yang mudah didirikan
* Lapisan luarnya (flyshhet/cover) tahan air
* Bagian dalam tidak tahan air, namun mampu melepaskan udara (kondensasi) dari dalam tenda
* Mempunyai ruangan yang cukup dan sebanding dengan rasio berat
* Mempunyai lapisan jaring pada pintu dan jendela
* Berandanya (vestibule) cukup luas
* Ventilasinya cukup baik
* Tak terlalu tinggi, hingga tahan terhadap hembusan angin

(buka artikel Basic Mountaineering tentang Tenda)


*Kompor Lapangan/Stove

Kompor buatan luar negeri bukan jaminan kompor yang baik. Namun bukannnya tak bisa dipakai kadang ada beberapa kompor luar yang bahan bakarnya tak dapat dijumpai disini. jenis-jenis kompor lapangan berdasarkan medannya yaitu;


High Altitude Mountaineering Stove

Adalah jenis kompor lapangan yang umunya digunakan pada medan es

* Multy Fuel Stove. Tabung dengan kepala kompor terpisah, bahan bakar bensin putih, miyak tanah atau kerosin (MSR)
* Dual Fuel Stove. Tabung menyatu dengan kepala kompor, berbahan bakar bensin atau bensin putih

multy fuel stove

Non High Altitude Stove

* Kerosine Stove. Bentuknya seperti tabung lampu petromak, dengan kepala dan tabung menyatu, Bahan bakar minyak tanah
* Butane Stove. Tabungnya ada yang bisa dilepas dan ada yang tidak. berbahan gas yang ada dalam tabung (Camping Gaz)
* Espit Stove. Berbahan bakar parafin
* Alcohol Stove. Berbahan bakar spirtus,alkohol atau bensin putih (Trangia)
* White Gas Stove. Berbahan gas kaleng (Butan canister). Tabung dan burner (ruang bakar) terpisah
* Light Weight Stove. Berbahan gas kaleng (Butan canister). Dimana tabung terhubung dengan burner melalui selang


trangia



PEMILIHAN LOGISTIK

Pemilhan logistik atau bahan makanan yang tepat juga merupakan sebuah tahapan yang penting dilakukan agar sebuah kegiatan yang akan dilaksanakan berjalan dengan baik. Hal ini juga merupakan sebuah tahapan yang tak kalah pentingnya dalam manajemen perjalanan. Dalam memilih logistik hendaknya diperhatikan beberapa hal, antara lain;

* Lamanya perjalanan
* Masa kadaluarsa makanan
* Jumlah anggota
* Daerah yang di tuju
* Keadaan masyarakat sekitar
* Tipe pendakian
* Berat
* Selera

By : Basic mountainering Chelenx

TIPS MERAWAT SEPATU GUNUNG

Merawat dan menyimpan sepatu
Langkah 1.

Buka tali sepatu. Hilangkan kotor dan yang kotoran yang melekat pada tapak sepatu dengan ReviveX® Boot Cleaner dan udara kering.

Langkah 2. Gunakan ReviveX® Nubuck, Suede and Fabric Water Repellent, untuk mebersihkan sepatu secara kering (dryclean). Semprot dengan bebas pada bagian atas dan sisi dari area jari kaki, khususnya dimana sisi sepatu sering tertekuk.
Untuk sepatu boot dari kulit
Untuk menyediakan sepatu pada kondisi basah, situasi paling abrasif seperti langkah dalam salju, memanjat es atau atau mix climbing, gunakan heavy duty gel tahan air seperti ReviveX® Leather Gel. Lulurkan gel pada kain bersih, kemudian lapkan ke kulit sepatu. Catat; Perawatan dengan gel air akan menggelapkan warna kulit, memberikan sepatu agak tebal, terlihat seperti sepatu tradisional. Banyak pemanjat melakukan ini terlihat lebih gelap. Pastikankan anda menyukai ini sebelum anda menggunakan ReviveX Leather Gel. Memperbaiki sol sepatu Membuat kembali tapak sepatu Freesole membuat kembali hak sepatu. Ampelas area kemudian lap dengan kain yang direndam alkohol. buat pita dari plastik seperti membuat "bendungan" seperti ditunjukkan gambar. Atur tingkat tapak sepatu dan gunakan Freesole. Cures in 12-24 hours. Menempelkan kembali tapak sepatu. Gunakan freesole® untuk menempalkan secara permanen tapak sepatu yang terkelupas. Pertama bersihkan kotoran dan serpihan dan lalu bersihkan area dengan menggosok alkohol dan kuas kaku. Lulurkan Freesole pada tapak sepatu merata. Gunakan botol air berisi, klem sepatu menyeruapi huruf C atau gunakan solatip untuk menahan tapak sepatu dan bagian atas dengan ketat bersama semalaman. Memperbaiki rand (bagian sepatu yang sering tertekuk) Gunakan Freesole ke untuk menempelkan secara permanen bagian sepatu yang sering tertekuk yang mengelupas. Pertama bersihkan kotoran, kemudian bersihkan area dengan Cotol-240™ (terbaik) atau gosokkan alkohol dengan kuas kaku. Gunakan Freesole pada celah-celahnya. Balut dengan kuat menggunakan dan keringkan semalaman. Ketika membei solatip , sertakan pulpen atau batangan lainnya untuk memberi tekanan secara langsung pada bagian tadi.
Mengharumkan Sepatu
Untuk menghilangkan bau yang kurang baik dari boot dan sepatu, semprot ReviveX® Footwear Odor Eliminator Spray. Sepenuhnya semprot semua permukaan - bagian dalam dan luar, termasuk lidah sepatu dimana bau busuk menyebabkan bakteri suka bersembunyi.
Agar sepatu lebih cepat kering
Menyumbat sepatu dengan koran, dapat menyerap uap lembab dan membantu alas kaki lebih cepat kering.
By : Basic mountainering Chelenx

FEEDJIT Live Traffic Map